Kamis, 13 November 2014

CURAHAN HATI PARA SUPIR TRUK

Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan komunikasi saat ini sangat pesat, hampir semua orang bisa mengakses informasi dalam hitungan detik. Misalnya ketergantungan manusia terutama di kalangan remaja terhadap media sosial. Salah satu kegunaan media sosial adalah menyampaikan opini secara bebas dan dibaca oleh banyak orang.
Bahkan ada yang tertangkap polisi karena curhat (baca: curahan hati) di media sosialnya. Semua orang bisa mendadak menjadi Mario Teguh versi KW. Dengan mudah kita meng-copy-paste kata-kata bijak terkenal untuk di-posting di status media sosial milik pribadi.
Fenomena memosting kutipan kata-kata bijak saat ini sangat arak dilakukan oleh pengguna setia media sosial. Entah untuk mendapatkan retweet dan love yang banyak atau memang ingin mengutarakan pendapat melalui quote terkenal. Ada juga yang ingin memperlihatkan kesedihannya, menyindir atau pesan tersembunyi dibalik kata-kata bijak tersebut.
Tulisan kata-kata bijak itu kemudian berkembang menjadi gambar-gambar indah yang dibubuhi tulisan. Jadi,orang-orang tidak lagi mengetik langsung kata-kata bijaknya, namun cukup memosting gambar yang disertai tulisan. Tentu saja mata lebih tertarik pada hal-hal yang berupa konversi bermacam-macam warna dibandingkan hanya dengan tulisan warna hitam.
Soal gambar-gambar yang di-posting, belakangan ini saya juga sering melihat gambar yang di-posting adalahkutipan-kutipan lucu yang tertulis di pantat truk. Orang-orang  memfoto pantat truk yang biasa ditemui secara tak sengaja di jalan kemudian di-posting ke media sosialnya.
Pantat truk ini telah menjadi media para pemilik truk menuangkan opininya seperti masyarakat netizen dengan dindingtimeline media sosial. Ternyata sopir tidak hanya bisa menyetir, namun punya imajinasi menyenangkan dan kreatif dalam memodifikasi truknya.  Tentu saja bukan hanya kata-kata bijak yang kita temui, namun kata-kata lucu ataupun yang mengarah ke hal-hal mesum termasuk gambar-gambar porno yang tak jarang di temukan.
Tanpa sadar kita seringkali senyum-senyum sendiri melihat tulisan-tulisan itu. Misalnya saja tulisan “Dua Anak Cukup, Dua Istri Bangkrut” atau gambar perempuan seksi dengan tulisan “Menunggu Kedatanganmu”. Ada pula kata-kata lucu seperti “Putus cinta soal biasa, Putus rem mati kita”.
Pantat truk ini memang paling pas dihiasi dengan tulisan atau gambar karena sengaja ataupun tidak, orang yang berada di belakang truk secara otomatis pasti melihatnya.  Apalagi didukung oleh ukuran truk yang cukup besar sehingga mengundang perhatian mata. Mungkin saja dengan cara ini, para sopir tanpa sadar mencurahkan hati mengenai kehidupannya sehari-hari atau hanya sekedar bercanda menikmati hidup.
Tren memosting kata-kata bijak itu bisa jadi adalah curhat dan curhat memang merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam hidupnya. Menurut Karen Horney, untuk mengatasi kecemasan dasar, orang mengembangkan sejumlah strategi.
Maka diciptakanlah sebuah citra ideal untuk mencapai kesempurnaan atau “kemuliaan”, untuk mendukung itu manusia juga mengembangkan “sistem kebanggaan”. Adapun satu set perilaku standar yang mustahil atau “keharusan” dan manusia mencoba untuk menyangkal atau mengeksternalisasi hal-hal dalam diri yang tidak mampu “mengatasi”.
Mengatasi merupakan pengeluaran usaha sadar untuk memecahkan masalah personal dan interpersonal, dan berusaha untuk menguasai, mengurangi, atau menolerir stres atau konflik. Secara psikologis biasa disebut strategi mengatasi atau keterampilan mengatasi. Istilah mengatasi umumnya mengacu pada strategi penanggulangan adaptif atau konstruktif.
Menurut hemat saya, curhat baik dalam bentuk kata-kata bijak ataupun pengungkapan langsung merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk mengatasi stres atau konflik.
Hal-hal negatif bersebaran dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga setiap orang mencari pelarian atau cara untuk mengatasi tekanan dalam hidup. Salah satunya adalah memiliki kata-kata bijak penenang hati agar menjalani hari lebih baik. Kata-kata bijak menjadi seperti pil penyemangat setiap mengawali hari.
Namun masing-masing orang mempunyai cara menyampaikan yang berbeda. Misal, Taylor Swift yang curhat dengan lirik “In my mind saying it’s gonna be alright” dalam lagu barunya berjudul Shake It Off.
Apalagi dengan kemajuan komunikasi saat ini. Manusia kini seperti tersesat dalam kehidupan yang serba cepat, sehingga membutuhkan hal-hal dalam bentuk paket. Paket yang kecil, instan dan mudah dicerna. Sama halnya dengan postingankutipan-kutipan kata bijak yang pendek dan mudah dicerna, apalagi bila disertai dengan gambar.
Horney juga berkata bahwa pengembangan kepribadian dibentuk oleh budaya dan akan bervariasi dari budaya ke budaya. Bila remaja-remaja saat ini curhat via dinding timeline, maka para sopir menggunakan pantat truk miliknya. Malah pantat truk bisa jadi papan reklame besar yang berjalan ke mana-kemana menyampaikan pesan-pesan positif (atau mesum) kepada orang lain. Jadi jangan heran bila ada yang menemukan kutipan isi Al-Qur’an di pantat truk.

Tulisan ini pernah dimuat di revi.us pada tanggal 20 September, 2014

Share This Article


Tidak ada komentar: