w

daydreamer

Home Archive for Januari 2018
Atas permintaan Kemal, saya akan menceritakan pengalaman traumatis dilecehkan laki-laki.
Pertama, mungkin sekitar tahun 2007 atau 2008 kejadian ketika saya mengalami kecelakaan motor di jalan Racing Center.
Sekitar pukul 1 atau 2 siang saya bermaksud berbelanja di sekitar jalan itu dengan mengendarai motor. Saat keluar dari lorong, tentu saja saya memperlambat laju motor karena harus waspada kendaraan yang melintas di depan saya. Ketika saya bersiap melaju kembali, tiba-tiba seorang laki-laki memperlambat laju motornya dan mengimbangi jalan saya. Dia tiba-tiba meremas buah dada saya dan saya pun tidak bisa lagi mengendalikan laju motor karena kaget, marah, takut, pokoknya perasaan yang campur aduk. Saya pun pulang dalam keadaan luka-luka tanpa tahu harus berbuat apa menindaki orang tersebut karena jangankan nomor plat motornya, wajahnya pun tak sempat saya lihat.

Saya jatuh lagi dari motor kedua kalinya pada tahun 2015 karena perbuatan laki-laki jahat. Mereka memang tidak melecehkan saya tapi berusaha mencuri tas saya. Kejadian itu sekitar pukul 9 malam dan memang sedang ramai isu begal. Tapi karena tas tote yang saya sampirkan di bahu itu tersangkut di tangan saya yang memegang setir motor jadi tas itu pun robek dan menjatuhkan semua isi barang saya. Saya tidak mungkin melepaskan setir motor karena itu adalah pegangan gas motor dan akhirnya mereka tidak mengambil apa-apa dari saya. Namun, sialnya saya oleng dan akhirnya terjerembab di jalan aspal Pettarani.
Sejak itu, saya tidak berani mengendarai motor di malam hari. Hal paling traumatis yang masih menghantui saya sampai hari ini adalah saya selalu takut jika ada laki-laki yang laju kendaraannya bersamaan di samping kendaraan saya. Saya gemetaran tiap kali membawa motor lalu ada laki-laki melambat di samping. Pernah suatu kali, di pinggir jalan Perintis pukul setengah 10 malam saya berhenti sebentar untuk mengecek barang di dalam tas. Lalu ada seorang laki-laki berjalan lambat melewati saya, tiba-tiba air mata saya jatuh saking takutnya, padahal laki-laki itu hanya melewati saya. 
Seringkali teman-teman saya suka bertanya mengapa saya lebih sering dan suka diantar jemput. Mengapa saya juga sangat takut berkendara sendirian di malam hari. Dengan sedih kali ini saya menjawab yang sebenarnya lewat cerita ini.

Sebagai seorang perempuan yang tergolong kuat mental menghadapi apa pun, ternyata saya masih merasa lemah. Padahal saya juga sadar akan hak sebagai perempuan, hak apa saja yang saya punyai dan apa yang harus saya lakukan jika hak saya dilanggar orang lain. 
Saya kemudian berpikir, apa kabar perempuan lain di sana yang tidak terbiasa hidup keras dan tidak tahu haknya sendiri, lalu tiba-tiba mengalami pelecehan seksual?
Hal kecil yang saya alami saja bisa membuat trauma berkepanjangan. Bagaimana dengan saudara-saudara perempuan saya di luar sana?


Masalah tidak bisa langsung selesai jika si pelaku pelecehan seksual sudah dihukum. Kita mesti punya penanganan yang tepat dan tindak lanjut terhadap si korban. Saya harap suatu hari saya bisa membuat lembaga bantuan kesehatan mental bagi perempuan-perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual.
Langganan: Postingan ( Atom )

About Me

Foto saya
Weny Mukaddas
usual nerd girl with glasses
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2018 (6)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Januari (1)
      • Dunia yang Tidak Pernah Ramah Pada Perempuan
  • ►  2017 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
  • ►  2015 (16)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2014 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2013 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2009 (20)
    • ►  April (20)

LATEST POSTS

  • Bebas Hambatan VS Penuh Hambatan
    Berawal dari saya diterima bekerja di PT. Bosowa Duta Energasindo. Letak perusahaan ini di Jalan Ir. Sutami, Kompleks Pergudangan Lantebung...
  • Eks Tapol
    Buku               : Mati Baik-Baik, Kawan. Pengarang       : Martin Aleida             Membaca Martin Aleida semacam tengge...
  • Pelangi-pelangi Alangkah Indahnya
    Ebony and Ivory live together in perfect harmony Side by side on my piano keyboard, Oh Lord, why don’t we? We all know that people ar...
  • The Extraordinary Cases of Detective Buran
    THE EXTRAORDINARY CASES OF DETECTIVE BURAN Penulis               :             Louie Buana dan Ran Jiecess Ilustration          ...
  • Dunia yang Tidak Pernah Ramah Pada Perempuan
    Atas permintaan Kemal, saya akan menceritakan pengalaman traumatis dilecehkan laki-laki. Pertama, mungkin sekitar tahun 2007 atau 2008 ...
  • Cinta (Kami) seperti Sepasang Anjing dan Kucing
    Oleh M. Aan Mansyur (Kukila) "Sepi digigit anjing tetangga lagi. Ekornya nyaris putus." SEMALAM, ibuku mengirim pesan p...
  • Away From Her
    The Bear Come Over The Mountain Penulis : Alice Munro Penerjemah : Anton WP Pernerbit KATTA Cetakan Pertama, 2014 64...
  • Delusi Stockroom
                    Menjamurnya ruang-ruang kreatif yang disokong oleh anak-anak muda lokal memberi nafas baru bagi Makassar. Kota ini mulai ...
  • Synchronize Fest
    Melihat iklan Synchronize Fest yang berseliweran di lini masa media sosial, akhirnya saya memutuskan ingin menghadirinya. Apalagi setelah m...
  • Kutukan
    Seperti kutukan. Aku membiru, bimbang dalam diam Sementara hatiku semacam meriam. Kau mempekerjakan anggota tubuhmu secara bebas dan baha...

Social Media

Facebook  Instagram Linkedin Path Yahoo

Twitter

Tweets by @weenny_
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Copyright 2014 w.
Designed by OddThemes