w

daydreamer

Home Archive for Mei 2018

Author: Neil Gaiman

Membaca buku petualangan di dunia ajaib memang selalu mengasyikkan sejak saya kecil. Ditambah lagi, Neil Gaiman adalah penulis favorit saya. Melihat nama penulisnya membuat saya segera ingin membeli buku ini tanpa melihat blurb-nya. Kurasa buku memang sangat sulit mengecewakan perasaan manusia dibanding manusia lain.

Saya selalu bermimpi tidak ingin menjalani hidup yang biasa saja. Tiba-tiba saja hidup berubah dan orang-orang yang pernah kau kenal sejak kecil merasa bahwa kau tidak pernah hidup di dunia ini. Kau bebas melenggang di dunia yang tidak mengenalmu. Hidup yang biasa saja seringkali tidak menyenangkan. Termasuk si tokoh lelaki dalam buku ini, Richard Mayhew, yang tertekan oleh tunangannya sendiri. Ya ampun, dasar manusia, selalu takut kehilangan sesuatu yang menurut banyak orang hal itu baik bagi dirinya, walaupun sebenarnya sangat menyakitkan buatnya. Jangan biarkan hidupmu dipengaruhi oleh orang lain. Ini juga peringatan buat saya sendiri. Hidup normal pasti membosankan. Nakal lah di lain hari. Haha.

Menyenangkan membayangkan bahwa di dunia tempat kau hidup itu memiliki sisi lain yang tak terlihat. Mereka bisa melihatmu tapi kau tak bisa melihat mereka. Atau, di antara gedung-gedung tua tempatmu berkunjung ada pintu-pintu rahasia menuju dunia lain yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. Ada pasar malam yang sangat ramai di satu tempat tapi yang bisa kau tatap hanya kekosongan malam. Saya ingin ke Kota Antah Berantah ini. Seperti semua buku tentang dunia ajaib yang pernah saya baca. Tolong jangan tanyakan umur saya dan mimpi setiap orang berbeda. Haha. Neil Gaiman adalah penulis yang cukup detail menggambarkan sesuatu, karena itu cukup mudah membayangkan latar tempat cerita ini berlangsung. Ah, dan juga dituliskan dengan sistematis.

Salah satu hal yang membuat saya kagum pada Neil Gaiman, sepertinya dia memang seorang feminis. Tokoh pahlawan dan yang paling kuat dalam buku ini didominasi oleh perempuan. Pertama, Door, gadis yang kehilangan seluruh keluarganya dalam sekejap namun tetap kuat untuk selamat dan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dalam hidupnya. Kedua adalah tokoh favoritku dalam buku ini, Hunter, seorang pengawal sewaan yang paling kuat dan ditakuti oleh pembunuh lainnya. Kenyataannya, Hunter adalah seorang perempuan yang berperawakan mungil. Bahkan, salah satu tokoh utama lain bernama Islington, adalah malaikat androgini, campuran karakter feminis dan maskulin. Neil Gaiman seakan-akan tidak ingin tokoh-tokoh utama hidup dalam karakter maskulin.

Saya membaca beberapa buku tentang petualangan di dunia ajaib dan buku ini memuat ide-ide fantasi yang menarik. Menarik dalam artian diluar dugaan dan imajinasi. Neil Gaiman kreatif menciptakan dunia ajaib bernama Neverwhere ini. Beberapa bagian lokasinya memang sesuai dengan dunia nyata sehingga terasa akrab dibaca. Tapi saya tidak merekomendasikan buku ini untuk anak-anak, beberapa bagiannya sepertinya agak sadis.


Author: Gabriel Zevin

Entah cerita ini pantas disebut cerita misteri atau novel drama keluarga yang menye-menye. Satu hal yang kusukai, buku ini memuat tentang kehilangan sebuah barang, bunuh diri seorang perempuan dan ada polisi. Semacam cerita misteri atau detektif kesukaanku. Tapi, secara keseluruhan yang membuat saya menyukai buku ini adalah karena A.J Fikry adalah pemilik toko buku yang tentu saja membahas beberapa referensi buku menarik. 

Sesungguhnya awalnya, saya heran mengapa ada pemilik toko buku yang tidak menyukai begitu banyak genre buku. Lambat laun semua terjelaskan tentang toko buku itu. Saya juga bercita-cita ingin memiliki toko buku meskipun menurutku toko buku bukan surge seperti yang orang-orang selalu katakan, karena membutuhkan banyak uang untuk menikmati toko buku. Sebuah tempat dengan akses buku gratis lah yang bisa disebut surga.

Ceritanya sungguh mengalir, Gabrielle Zevin menulis dengan satu norma wajib dalam dunia menulis: membuat pembaca penasaran. Walaupun begitu, saya dengan mudah menebak siapa orang tua dari anak yang ditemukan oleh si pemilik toko buku. Saya juga membayangkan akan menjadi Amelia. Mungkin saja masa depanku pun seperti itu, marketing sebuah penerbit buku mayor yang mengunjungi berbagai toko buku untuk menawarkan beberapa buku yang menarik buatku. Eh, dan juga telat menikah. Bukannya pilih-pilih, tapi sama seperti Amelia, sulit menemukan laki-laki yang juga memiliki minat sama denganmu. Saya tidak mau menghabiskan hidup bersama laki-laki yang membahas sepatu apa yang harus dia beli untuk ke pesta reuni. Di saat bersamaan, saya sedang ingin bercerita tentang buku ilustrasi keluaran baru Alice In The Wonderland, judul buku yang mungkin tidak pernah dia dengar sepanjang hidupnya. Ada satu kutipan yang kusukai dalam buku ini.

Manusia mengemukakan kebohongan menjemukan tentang politik, Tuhan, dan cinta. Kita tahu segalanya yang perlu kau ketahui tentang seseorang dari jawaban atas pertanyaan ini. “Apa buku favoritmu?” (Hal. 95)

Meskipun saya bisa menebak si empu anak bayi temuan A.J. Fikry tapi saya tetap kaget saat tahu kenyataan yang diungkap oleh tokoh polisinya. Perasaan seperti ini saat membaca buku selalu menyenangkan. Saya juga membayangkan apa saya bisa menulis cerita yang bisa membuat orang menangis, kesal, kaget atau marah. Contohnya, serial The Game of Thrones, buku yang difilmkan selama bertahun-tahun dan membuat seseorang seperti ingin membunuh tokoh dalam seri itu. Mengapa tak ada yang repot-repot sih menerjemahkan bukunya ke dalam bahasa Indonesia? Tolong!

Buku ini cukup memberikan pencerahan buatku, tentang kehilangan, kasih sayang atau mengingatkan tentang bagaimana tololnya seseorang ketika jatuh cinta. Makanya kadang-kadang terpikir selama membaca, mungkin buku ini adalah genre novela drama yang termasuk dalam kategori “tidak terlalu menarik” di daftar genre buku bacaanku. Tapi saya suka sekali percakapan-percakapan A.J. Fikry dengan dirinya sendiri, termasuk hal-hal tentang membaca, sangat mencerahkan.

Kita membaca untuk mengetahui kita tidak sendirian. Kita membaca karena kita sendirian. Kita membaca dan kita tidak sendirian. Kita tidak sendirian. (Hal. 263)

Langganan: Postingan ( Atom )

About Me

Foto saya
Weny Mukaddas
usual nerd girl with glasses
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2018 (6)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Mei (2)
      • Kota Antah Berantah
      • The Storied Life of A.J. Fikry
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
  • ►  2015 (16)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2014 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2013 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2009 (20)
    • ►  April (20)

LATEST POSTS

  • thank you
    Sunday, April 5, 2009 at 4:15pm | senyum yang hampir pudar terisak di mimpi-mimpi buruk melangkah bagai mayat berjalan menempuh surau...
  • Sajak Kecil Tentang Cinta
    Terinspirasi dari eyang SDD. such a road i am walking and keep my pace but back to the same intersection every single turn please, t...
  • Delusi Stockroom
                    Menjamurnya ruang-ruang kreatif yang disokong oleh anak-anak muda lokal memberi nafas baru bagi Makassar. Kota ini mulai ...
  • diam
    Thursday, March 12, 2009 at 4:34pm | diam ??? diam slalu saja memupukkan kebingunganku diam tak pernah menyelesaikan kemelut ini...
  • Synchronize Fest
    Melihat iklan Synchronize Fest yang berseliweran di lini masa media sosial, akhirnya saya memutuskan ingin menghadirinya. Apalagi setelah m...
  • The Curious Case Of Benjamin Button
    Judul Buku             : Kisah Aneh Benjamin Button Judul Asli               : The Curious Case Of Benjamin Button Pe...
  • Kutukan
    Seperti kutukan. Aku membiru, bimbang dalam diam Sementara hatiku semacam meriam. Kau mempekerjakan anggota tubuhmu secara bebas dan baha...
  • I DO NOT KNOW YOU
    We were in the coffee shop on last friday afternoon You were reading Emily Dickinson Still I remember the title “ Unto Me? I do not ...
  • Pendongeng untuk Aufa dan Althaf
    Kak Nana, anak ekonomi. For sure! Setelah beberapa kali bertemu dia di beberapa event, belakangan saya tahu kalau dia anak ekonomi. Kebet...
  • menunggu
    Thursday, February 19, 2009 at 7:04pm Mngapa klian hanya diam? Ak tak mngrti. Sungguh-sungguh tak mngerti., Aku lelah menunggu kali...

Social Media

Facebook  Instagram Linkedin Path Yahoo

Twitter

Tweets by @weenny_
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Copyright 2014 w.
Designed by OddThemes