Jumat, 30 Mei 2014

The Extraordinary Cases of Detective Buran



THE EXTRAORDINARY CASES OF DETECTIVE BURAN
Penulis               :            Louie Buana dan Ran Jiecess
Ilustration          :            Hilman Fathoni / Ran Jiecess
Cover                 :            Ran Jiecess
Editor                 :            Anita Meilani Suyanto
Penerbit              :            BALIBOLA
Jumlah Halaman:            272 hlm.

Blurb :


“Baiklah. Kita sekarang telah sampai di bekas penyulingan minyak Bataafsche Petroleum Maatschappij,  tempat ‘mata air’ itu berada. Pada bulan Juli 1944, pasukan Jepang merangsek masuk ke tempat ini dan mengambil alih kilang minyak Belanda. Tujuan mereka untuk merebut sumber daya alam Indonesia berawal dari sini. Inilah ‘mata air’ yang dicari-cari pasukan pembawa panji Matahari Terbit Jepang!”
  “Aku sudah menduga tafsir kata mata air itu. Nah, dua arah dunia saling bertolak belakang itu sendiri maksudnya apa?” sambung Detektif Raza.
“Dua arah dunia itu merupakan penunjuk waktu, Detektif Raza. Kalimat ‘pintu gerbang selatannya’ sudah cukup gamblang untuk menginstruksikan kita pergi ke bagian belakang tempat penyulingan minyak ini. Dua arah dunia yang dimaksud itu ada di pergelangan tanganmu...” jawab Detektif Buana seraya menunjuk ke tangan kiri Detektif Raza.

Review :
      
Buku ini merupakan kumpulan cerita mengenai kasus-kasus yang harus dipecahkan duo detektif Buran. Mereka bekerja di Buran Investigation Bureau yang merupakan agensi pemecah misteri terkenal didunia. Buana dan Raza adalah duo detektif yang paling terkenal di Buran. Buana dan Raza memiliki keahlian masing-masing yang saling melengkapi. Buana memiliki kemampuan "perfect audio memory" atau kemampuan untuk mengingat segala hal yang pernah ia dengar,  sedangkan Raza memiliki kemampuan "perfect visual memory" atau kemampuan untuk mengingat segala hal yang pernah ia lihat. Profil mengenai karakter-karakter tokoh juga dicantumkan penulis di akhir cerita. Mereka juga sering dibantu oleh petuga-petugas Buran lainnya dalam memecahkan kasus-kasus sulit. Tak jarang mereka harus terbang kebeberapa negara untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Cerita petualangan yang cukup menegangkan dan tak lupa penulis juga membubuhkan unsur humor.
Buku ini memuat beberapa judul kasus yang dipecahkan duo detektif Buran, seperti dibawah ini:


·         Misteri Pencurian Tongkat Musa
Kasus ini mengenai seorang kurator museum yang sangat disiplin dan sombong melaporkan kehilangan barang di museum tempatnya bekerja pada BIB. Buana dan Raza pun segera terbang ke British Museum untuk menyelidiki kasus itu. Ternyata barang yang hilang adalah tongkat Musa yang selama ini disembunyikan dari publik dan menjadi rebutan bagi tiga agama besar didunia. Sang curator menginginkan jasa agen BIB karena ingin menjaga kerahasiaan barang dan kasus diselesaikan dengan cepat.


·         Misteri Labirin Badut
Badut adalah hal yang sangat ditakuti oleh Raza, namun kali ini Buana dan Raza harus menyelesaikan kasus tentang misteri Badut Pembunuh yang berkeliaran di labirin bawah tanah. Mereka di minta memecahkan kasus oleh seorang perempuan yang mengira nyawanya terancam. Namun yang terjadi ternyata tidak sesuai dugaan, nyawa Buana dan Raza malah terancam karena nekat mencari tahu soal labirin bawah tanah dan misteri harta karunnya.


·         Misteri Harta Karun Kaisar Hirohito
Dalam kasus ini, Buana dan Raza mencoba memecahkan kode yang telah bertahun-tahun lamanya terkubur dan masih menjadi misteri. Cerita ini menarik karena mereka harus memecahkan kode yang ada didalam lagu Bengawan Solo yang berhubungan dengan penjajahan masa Jepang yang dipimpin oleh Kaisar Hirohito ditahun 1944. Buana dan Raza harus menjelajahi berbagai tempat bersejarah di Indonesia dalam rangka menyelesaikan kasus ini dan menguak berbagai misteri sejarah dunia yang berhubungan dengan Indonesia pun tanah Sulawesi.


·         Murderer Inside Sleeping
Buana dan Ran diundang oleh seorang wanita Perancis yang kaya raya. Raza terus dihantui mimpi buruk tentang tempat yang ternyata mereka datangi di Perancis. Namun, Buana dan Raza makin curiga dengan wanita misterius bersama pengawal-pengawalnya yang mengundang mereka. Mereka kemudian terlibat dengan kasus pembantaian penyihir yang terjadi di desa itu sejak beratus tahun silam.

·         Misteri Selendang Nawang Wulan & Portal Gaib Segitiga Bermuda
Kali ini, Buana dan Raza harus menghadapi musuh-musuh yang kejam. Mereka terlibat kasus yang terkait dengan legenda rakyat masa lalu tentang selendang bidadari yang dicuri oleh Jaka Tarub agar si Jaka bisa menikah dengan bidadari itu. Mereka bahkan diculik dan terbang ke Segitiga Bermuda, tempat misterius yang paling terkenal didunia, sedangkan agensi BIB pun ikut dalam bahaya.

Membaca novel ini saya langsung teringat dengan novel sejarah sekaligus bergenre detektif seperti novel-novel karya Dan Brown. Tentang seorang professor bernama Robert Langdon yang menjelajahi dunia demi menguak misteri-misteri yang selama ini jarang diketahui publik. Membaca detektif Buran ini sangat menyenangkan bagi saya pecinta novel misteri. Selain itu, novel ini juga sarat sejarah. Sejarah-sejarah mengenai beberapa daerah di Indonesia. Mungkin ada banyak buku cerita mengenai sejarah Indonesia namun kemasan buku ini sangat apik dan menarik. Bahasanya pun tidak berat sebagaimana cerita sejarah pada umumnya sehingga mudah dipahami.

Sebagai orang Sulawesi asli, sejarah mengenai bugis sangat memberatkan perhatian saya. Ada beberapa hal yang baru saja saya tahu setelah membaca buku ini.

It’s easy. Aku melihatnya mengenakan sarung bermotif Bulukumba. Polanya berupa garis-garis berbentuk segi empat warna putih, merah di atas warna dasar hitam, namanya sarung Lipa’ Garusu’. Di Kalimantan Timur ini, ada banyak pendatang dari Suku Bugis-Makassar. Dulu, Sultan Badaruddin dari Sulu beristrikan seorang perempuan dari Bugis Soppeng sebelum menikah dengan putri raja Tidung. Hubungan ini menciptakan interaksi yang intens antara orang Sulu, Tidung dan Bugis. Orang-orang Bugis ini berbaur dengan penduduk lokal di Tarakan, namun tetap menjaga kuat tradisi serta bahasa mereka. Oleh karena tidak ada orang Tidung asli yang memakai sarung motif Lipa’ Garusu’, langsung saja aku tebak kalau dia orang Bugis. Ternyata benar, kan? Hahaha!” Detektif Buana tertawa puas.

Ide cerita penulis mungkin tidak orisinil tapi saya sangat suka cara penulis menyampaikan pengetahuan-pengetahuan sambil menceritakan petualangan tokoh. Saya bisa menebak kalau penulis juga tertarik mempelajari bahasa karena ada beberapa bahasa yang dicantumkan dalam percakapan para Detektif Buran ini. Buku ini memang sarat pengetahuan, jadi selain menikmati petualangan duo detektif Buran, kita juga banyak mempelajari hal baru mengenai sejarah Indonesia ataupun yang lain. Ada juga beberapa ilustrasi-ilustrasi lucu yang ternyata adalah bikinan penulis buku ini sendiri. Keren!

“Klenik? Klenik hanyalah kata lain untuk gejala alam yang belum mampu dipahami oleh ilmu pengetahuan manusia pada zamannya! Kode rahasia yang menunggu untuk kalian pecahkan itu tersembunyi di area Segitiga Bermuda. Di bawah lautan yang luas membentang ini. Kau juga tak dapat membohongi kami, Detektif Buana. Kalian berdua memiliki kemampuan perfect visual memory dan perfect audio memory. Tanpa hasil scan atau gambar selendang itu pun kalian bisa dengan mudah dan sempurna membayangkan detail-detail motifnya di dalam benak. Aku berani bertaruh kalian pasti akan terkejut dengan apa yang akan kami segera tunjukkan. Iman kalian terhadap sains akan tergoyah!” seringai Nero Wang. Ia mengeluarkan sebuah kompas dari saku celananya dan memeriksanya dengan seksama.



Share This Article


Tidak ada komentar: