Sabtu, 11 April 2009

thank you

senyum yang hampir pudar
terisak di mimpi-mimpi buruk
melangkah bagai mayat berjalan
menempuh surau dengan tatapan kosong
kira-kira seperti itulah yang mengayomi terusan kebahagiaan sebulan terakhir.

melesat membangun makna fanatisme yang buruk.
sungguh menghinakan.
mengecam candaan dikoridor persahabatan
mengharukan!
iba pada dahaga yang bertambah kian hari.
kira-kira seperti itulah pandangan kelu tentang cerita hidup ini.

silih berganti terulur ria.
meredakan deru lara.
mengibas kesepian didinginnya udara malam.
meraup muram durja.
senyum mulai terkembang
kira-kira seperti itulah saat terselip sayang.

rindu mungkin.
bahagia mungkin
namun masih tetap tak menjawab kebingungan.
tak kusanggah yang lain.maaf.
namun terimakasih ku senandungkan telah menyiratkan tawa kecil dalam sendu.

listening the silence of love...

Share This Article


2 komentar:

madong mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
worldofnanang mengatakan...

hemm....keren puisinya..

bikinkan puisi dulue...

mantan sama nama..hahahaha